Selasa, Oktober 6

Surga di Telapak Kaki Ibu (1)

By Xram

Bermula dari hadist nabi yang mengatakan surga itu bertahta ditelapak kaki ibu. Bermula sebuah riwayat seorang sahabat yang bernama Abu Qomah yang sedang menghadapi saqarotul maut.

Beberapa sahabat mendampingi Abu Qomah dan mentalqinkan Abu Qomah dengan mengucapkan 2 kalimah syahadat. Namun keadaan Abu Qomah hanya megap2 dan tersengal-sengal tanpa dapat mengucapkan syahadat tersebut.


Berulang kali coba dituntun oleh sahabat, namun Abu Qomah tetap tidak dapat mengucap. Kemudian sahabat melaporkan keadaan Abu Qomah ini kepada baginda Rasululloh SAW. Mendengar laporan ini, Rasululloh kemudian memanggil ibu si Abu Qomah, dan Rasululloh bertanya kepada si ibu, adakah si Abu Qomah pernah berbuat kesalahan kepada ibunya yang belum dimaafkan?

Si ibu menjawab, kalau si Abu Qomah tidak ada membuat kesalahan, dan Abu Qomah adalah anak yang ta'at dan berbakti kepada orangtua. Setelah mendengar jawaban si ibu, kembali para sahabat berusaha mentalqinkan dan menuntun Abu Qomah untuk mengucap syahadat. Tetapi sama seperti semula, Abu Qomah hanya bisa megap2, tidak dapat untuk mengucap walau sepatah.

Untuk kedua kalinya Rasululloh memanggil ibu si Abu Qomah dan bertanya seperti pertanyaan yang pertama. Dan si ibupun menjawab dengan jawaban yang seperti jawabannya semula. Namun keadaan Abu Qomah tidak mengalami perobahan juga.

Ketika untuk yang ke 3 kalinya ibu si Abu Qomah dipanggil oleh Rosul dan menyuruh si ibu untuk mengingat-ingat jika ada perbuatan Abu Qomah yang tanpa disengaja telah melukai perasaan si ibu, sebab jika memang tidak ada sama sekali, maka lebih baik Abu Qomah dibakar saja di dunia daripada kelak dibakar di dalam api neraka.

Mendengar perkataan Rasululloh itu, si ibu berfikir keras dan teringatlah si ibu dengan satu perkara kecil yang keliatan sepele, sehinggakan si ibu sendiri pun hampir melupakannya.

Syahdan, suatu ketika si Abu Qomah pergi ke Negri Syam. Sepulang dari Negri Syam, Abu Qomah membawa oleh2 untuk anak dan istrinya. Tetapi Abu Qomah terlupa membawa oleh2 untuk si ibu. Karena tidak mendapat oleh2 dari sang anak, tergores sedikit perasaan si ibu, yang merasa seolah-olah terabaikan oleh anaknya.

Setelah si ibu teringat akan hal ini, si ibu kemudian bermunajat kepada Alloh s.w.t
''Ya Alloh, jika perbuatannya itu telah memberatkan baginya ya Alloh, dengan ikhlas kumohon uzurkanlah itu untuknya ya Alloh''.

Kemudian, setelah si ibu bermunajat, alhamdulillah, Abu Qomah dapat dengan lancar melafadzkan 2 kalimah syahadat, dan kemudian meninggal dunia.

MASYA ALLOH..
SUBHANALLOH..
Maha Suci Alloh yang telah menjadikan 7 petala langit, 7 petala bumi dan barang antara keduanya.
Abu Qomah yang telah berbuat kesalahan kecil saja, telah menerima azab sedemikian rupa. Bagaimana denganku yang sering membantah kepada ibu, sering menentang perintah ibu, sering meninggikan suara dihadapan ibu, sering membuat ibu menangis karena perbuatanku..

Ya Alloh ya Robbi,..
Ampuni hambaMu,
jauhkan hamba dari durhaka kepada orang tua,
sejahterakan mereka,
muliakan mereka disisiMu,
Amin..amin..Allohumma amin..!!

Tidak ada komentar:

Recent Posts

Recent comments

Pengikut

Site Info