Selasa, Oktober 6

Tidak Ada yang Benar

By Xram

Dinukil dari riwayat Lukmanul Hakim.
Seorang ayah dan anak yangg baru menjelang aqil baligh melakukan perjalanan dgn membawa seekor keledai. Keledai adalah binatang pengangkut beban yg lebih kecil dari kuda.


Dalam perjalanan, pertama kali.
Si ayah yg menunggangi keledai itu dan si anak berjalan di depan dengan menarik tali kekang. Di jalan, mereka berpapasan dengan orang lain, dan orang itu mencela si ayah yang seakan tidak punya perasaan. Enak-enakan di atas keledai sedangkan anaknya di suruh jalan.

Setelah dicela orang, si ayah pun turun dan berganti si anak yg naik diatas keledai. Berikutnya mereka berpapasan dengan orang lain lagi.
Dan org inipun mencela si anak yg tidak berbakti dan tidak tahu diri. Ayahnya disuruh jalan sedang si anak enak-enakan di atas keledai.

Kemudian ayah dan anak sama2 naik di punggung keledai dan meneruskan perjalanan. Ketika berpapasan lagi dengan orang2, kembali mereka dicela sebagai manusia kejam, keledai kecil dinaiki berdua.

Si ayah naik, salah..

Si anak yg naik juga salah.

Naik berdua pun salah..

Akhirnya, keledai itupun hanya digiring oleh ayah dan anak ini.
Di jalan, kembali mereka berpapasan dengan orang lain dan lagi2 masih mencela dengan mengatakan ayah dan anak ini adalah org yang paling tolol dan bego,sebab, ada tunggangan kok tidak digunakan..?


Nah, inti dari cerita ini adalah -seperti yg dinasihatkan Lukmanul Hakim pada anaknya- bahwa di mata manusia, manusia yang lainnya tidak ada yang benar, semuanya ada salahnya.

Maka dari itulah, ketika kita berbuat sesuatu, jangan dikarenakan pendapat si A atau pendapat si B atau pendapat org banyak. Berbuatlah dgn sesuatu yg benar menurut hukum. Sebab, jika pendapat orang, seperti dalam cerita ini, perbuatan sebaik apapun yg kita lakukan tetap aja ada salahnya dimata orang lain.

Tidak ada komentar:

Recent Posts

Recent comments

Pengikut

Site Info