Selasa, Oktober 6

Keutamaan Niat

By Xram

Dalam sebuah hadist Nabi disebutkan:
Inna a'malu bin niat'' (segala sesuatu dimulai daripada niat).

Maka dari hadist ini, diketahui niat merupakan syarat penting dalam suatu amal ibadah.
Tanpa niat, amal akan mengambang dalam kekosongan yang tidak jelas juntrungannya.
Oleh sebab itulah niat baik begitu penting. Bahkan, dikatakan baru berniat baik saja sudah diganjar dengan pahala, sebaliknya berniat jahat baru akan ditulis dosa apabila niat itu dilaksanakan, dan jika niat jahat ini batal dikerjakan karena taubat justru jadi berpahala.


Namun, bukanlah sesekali dimaksud bahwa kita cukup dengn berniat baik saja tanpa mengerjakan niat tersebut, atau cukup berniat tanpa beramal, bukan itu yang dimaksud. Melainkan yang kita bicarakan adalah fadhilat atau keutamaan daripada berniat berbuat kebaikan.

Alkisah, ada 2 orang bersaudara yang hidup serumah. Rumah itu bertingkat 2. Ditingkat atas didiami oleh si abang, dan lantai bawah didiami oleh si adik.

Si abang ini adalah seorang abid yakni seorang ahli ibadah. Bisa dikatakan hampir seluruh waktunya dipergunakan untuk ibadah kepada Alloh, selain daripada waktu untuk dirinya seperti makan dan mandi.

Sebaliknya si adik yang tinggal dilantai bawah kebalikan dari si abang. Si adik ini adalah seorang ahli maksiat. Hampir seluruh waktunya dan juga hampir seluruh maksiat pernah dilakukannya, seperti berjudi, minum2 arak, berzinah dll.

Si adik ini tidak pernah naik ke atas dan begitu pula si abang yang tidak turun ke bawah.
Sehingga sudah lama mereka berdua tidak bertatap muka walaupun hidup satu rumah.
Demikianlah kehidupan mereka dengan halnya masing2.

Pada suatu ketika, ditakdirkan pada hati abang dan adik ini timbul suatu khatar atau bisikan. Khatar yang datang pada hati mereka persis bersamaan waktunya namun berbeda pada surah atau bentuknya. Di hati si abang timbul suatu khatar atau bisikan2 yang bersandar atas khatar syaiton.

Bisikan2 ini berupa
''Sekian lamanya engkau beramal, tentunya pahalamu sudah begitu banyak. Tidak ada salahnya sesekali mencoba gimana rasanya maksiat, toh amal ibadahmu udah bejibun, sesekali bikin dosa ya tidak apa apalah, kan bisa taubat nantinya''.
Beginilah khatar yang datang dalam hati si abang. Kemudian si abang pun terpengaruh oleh khatar syaiton ini, dan kemudian meninggalkan sajadahnya dengan berniat ingin menjumpai si adik agar diajak ke tempat2 maksiat.
Bersamaan dengan itu, di hati si adik timbul pula suatu khatar tentang penyesalan kepada perbuatan maksiat yang telah dilakukannya selama ini. Khatar yang datang kepada si adik ini disandarkan atas malaikat yang disebut dengan ''khatar maliki''.

Khatar maliki yang datang pada si adik membuatnya merasa menyesali semua perbuatan maksiat yang telah dilakukannya selama ini. Si adik insyaf dan ingin bertaubat. Untuk itu si adik berniat ingin naik ke atas untuk menjumpai si abang agar diajarkan ilmu2 agama.
Maka si adik pun menaiki tangga menuju ke atas yang bersamaan pula si abang menuruni tangga yang berniat menjumpai si adik.

Jadi mereka bertemu di tangga dan takdir Alloh tangga itu ambruk karena lapuk hingga abang dan adik ini jatuh bersamaan. Takdir Alloh jua menentukan abang dan adik ini menemui ajal di tempat. Namun hukum untuk mereka berdua ini berbalik.

Si adik yang berniat untuk bertaubat dan sudah melangkahkan kaki untuk melaksanakannya diterima Alloh dengan taubatun nasyuha. Dan si abang yang berniat melakukan maksiat dan sudah melangkahkan kakinya menuju maksiat jadi mati dalam kejahatan.

Inilah yang maksud dari pentingnya dengan berniat kepada kebaikan. Sesungguhnya syaitan itu lebih mengenal diri kita daripada kita sendiri, sehingga syaiton tidak akan pernah lelah dan letih untuk menyesatkan kita. Dengan segala daya upaya, syaiton akan menyelewengkan niat kita dari yang semulanya baik kemudian berubah menjadi kejahatan.
Untuk itulah kita senantiasa disuruh untuk muraqabah yakni menilik, atau menyelidiki khatar2 yang datang silih berganti didalam hati, apalagi bagi kita orang awam yang hatinya selalu berbolak balik.

Khatar yang datang silih berganti ini terbagi atas 4 macam.
1- Khatar nafsani, yang disandarkan atas nafsu yang lazim atasnya ingin menang, ingin senang dan ingin kenyang.
2-Khatar syaitani. Yang lazim atasnya pada mengajak kepada maksiat dan kejahatan.
3-Khatar maliki. Yang lazim atasnya, untuk kuat menyuruh kepada ibadah dan berbuat kebaikan.
4-Khatar rabbani. Lemah aqal daripadanya.

Dan ke 4 khatar ini selalu datang silih berganti di dalam hati kita. Dan hal ini mesti kita cermati agar niat kita yang semulanya baik bisa2 berubah di pertengahan atau di akhir suatu perbuatan.

Lihat contoh kasus ini:

Suatu ketika ketika kita sedang berjalan sendirian di jalan yang sunyi, tiba2 ada seseorang yang terjatuh dari motornya dan pingsan. Saat itu hati kita tergerak untuk menolong korban. Tapi begitu melihat korban yang pingsan sementara hape dan dompet yang tergeletak dan suasana yang sepi lalu datanglah khatar syaitan yang menyuruh kita untuk mengambil hape dan dompet milik si korban. Niat yang semulanya ingin menolong seketika berubah menjadi niat ingin mencuri.

Begitu pula jika kita terbangun jam 4.30 pagi sedangkan waktu subuh jam 5. Jika kita tidak segera bergerak, dan hanya gulingan pasti datang khatar yang lain yang berkata
''Sebentar lagi deh, waktu subuh juga belum masuk''
maka datanglah si kantuk yang membuat kita tertidur balik dan kemudiannya subuh pun terlewat.

Untuk itu, niat baik pun mesti senantiasa di muraqabahkan agar kita tidak tergelincir didalam niat. Dan ini ada satu nasehat yang dikhobarkan dari satu ulama kepada ulama lainnya secara turun temurun.

Yakni, pagi2 sebelum kita melangkahkan kaki keluar rumah untuk bekerja atau menuntut ilmu, jangan pernah lupa untuk memasang niat jika yang bekerja, niatkan untuk mencari nafkah bagi yang wajib kita nafkahi dan bagi yang sekolah atau kuliah maka pasang niat dalam menuntut ilmu yang berguna untuk dunia akhirat. Dan kemudian baru melangkah dengan ucapan basmalah.

Jika dijalan kita mengalami kecelakaan lalu meninggal dunia maka dengan niat kita tadi kita digolongkan mati dalam mati syahid dunia... INSYA ALLOH.

Tidak ada komentar:

Recent Posts

Recent comments

Pengikut

Site Info