By : g44_gis4
Qais segera pergi ke kebun dan mengumpulkan kurma seharga pembelian unta2 tersebut. Ketika Qais menyerahkan kurma itu kepada orang2 Juhani, lelaki itu berkata ”sungguh tepat dugaanku, ayahmu tidak akan menelantarkanmu” demikian keluhuran budi yang telah kita lihat dari pribadi Qais. Maka ketika Rasulullah mendengar apa yang tlah dilakukan Qais, baginda bersabda ”Sungguh ia adalah anak keluarga dermawan.” Qais adl contoh tokoh dalam jihad dan kedermawanan. Begitu murah hati, sehingga jika ada sesorang mengembalikan hutangnya, ia memberikan lagi kepada orang itu . Pada suatu hari, seorang muslim datang kepadanya untuk meminjam uang 30.000 dirham untuk membeli sebuah rumah. Ia meminjami uang yang diperlukan. ketika lelaki
itu hendak menyerahkan uang pembelian rumah, ternyata pemilik rumah menaikan harganya. Maka lelaki itu kepada Qais dan mengembalikan uang pinjamannya, tapi Qais tidak mau menerimanya dan berkata ”kami tidak akan menarik kembali uang telah kami berikan.”
Pada suatu ketika,ada seorang wanita miskin datang kepadanya dan berkata ”Aku tidak mempunyai apa2, sehingga seekor tikus pun tak ada yang masuk ke rumah kami karena tidak ada makanan.” Maka Qais berkata ”Demi Allah nanti rumahmu akan didatangi oleh tikus yang banyak.” Kemudian Qais menghantarkan makanan yang banyak ke rumah wanita itu. Sebelum meninggal dunia, ayah Qais, Sa'ad ibnu ubadah telah membagi hartanya kepada anak2nya, tetapi kemudian istrinya melahirkan anak lagi setelah Sa'ad meninggal dunia. Maka Abu Bakar dan Umar datang kepada Qais dan bertanya apakah boleh pembagian yang dulu telah ditentukan ayahnya itu dibatalkan
agar anak yang baru lahir tersebut memperoleh haknya? Qais berkata kepada mereka bahwa ia tak akan merubah apa yang telah ditentukan ayahnya dan ia rela memberikan
bagiannya kepada saudaranya yang baru lahir.
Qais sangat mencintai keluarga Rasulullah dan ia berpendapat bahwa mereka lebih berhak menduduki kursi kekhalifahan daripada Bani Umayah. Karna itu ia berperang bersama Ali dalam perang jamal, perang shiffin, dan perang nahrawan. Ketika Ali terbunuh, Qais bersama 5000 orang mencukur rambutnya sebagai tanda duka atas kematian Ali.tp tiba2 mereka dikejutkan oleh hasan Ibnu Ali yang bersedia membaiat Muawiyah. Maka Qais berkata kepada kawan2nya ”Jika kalian mau, aku akan memberimu perlindungan” jawab mereka ”Berilah kami perlindungan.” Maka Qais memberi perlindungan kepada mereka, kemudian ia kembali ke Madinah dan menekuni ibadah sampai ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Ketika ia sakit, kawan2nya menghindar bertemu dengannya, sampai ia brtanya ”Mengapa orang2 tidak ada yang datang menjenguk aku?” Ketika diberitahu bahwa mereka malu datang karena masih mempunyai hutang kepadanya, maka ia menyuruh seseorang
mengumumkan ”Barang siapa mempunyai hutang kepada Qais Ibnu Sa'ad Ibnu
Ubadah, maka ia dibebaskan dari hutangnya.” Dalam sekejap saja orang ramai datang kepadanya sampai tingkat atas rumah qais roboh disebabkan ramainya orang yang menjenguk. Qais meninggal dunia pd thn 66H pada akhir kekhalifah Muawiyah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar